Ditjen Cipta Karya Ikut Berpartisipasi Dalam Pameran 35 Tahun PSIL UI

Thursday, September 08 th, 2016 ·

day1hcd_puDepok – Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut berpartisipasi dalam acara Pameran 35 Tahun Program Studi Ilmu Lingkungan (PSIL) Universitas Indonesia (UI) di Balairung UI Depok yang akan berlangsung selama empat hari, mulai dari Senin (29/8). Pameran ini juga merupakan ajang pengukuhan kembali komitmen para lulusan S2 dan S3 PSIL yang jumlahnya kurang lebih mencapai 1.000 orang.

Bentuk partisipasi Ditjen Cipta Karya adalah dengan mendirikan stand pameran yang berisikan sembilan panel. Setiap panel memberikan informasi mengenai drainase berwawasan lingkungan, SPAM mendukung Green Kampus, Program Pengembangan Kota Hijau, Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi, Penataan Kampung Nelayan, Program Permukiman dan Program KKN Tematik.

Selain pameran, ada juga kegiatan Seminar Nasional bertema “Peran Ahli Ilmu Lingkungan Dalam Pembangunan Berkelanjutan Indonesia”. Dalam seminar tersebut hadir Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustin, Kepala Subdit Kawasan Pemukiman Perdesaan Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman Taufan Madiasworo, Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat PLP Prasetyo, Kasubdit Penataan Bangunan dan Lingkungan Khusus Dian Irawati serta Kepala Seksi Spam Khusus Suli.

Dalam paparannya Rina menyampaikan bahwa agenda pertanahan dan perencanaan kota yang dimiliki Ditjen Cipta Karya yaitu pengembangan paradigma baru dalam perencanaan kota dan desain lingkungan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan. Menurutnya, perbaikan kampung tidak hanya pada peningkatan kualitas lingkungan namun juga penyediaan ruang untuk usaha ekonomi kecil dan mikro.

“Kawasan terpadu pelestarian dan budidaya untuk pengembangan produk kelautan, industri maritim, dan ekowisata untuk memajukan kota-kota pesisir Indonesia,” kata Rina.

Sementara, agenda lingkungan dan urbanisasi yaitu dengan membangun model-model kota baru melalui konsep “Kota Hijau” yang berketahanan iklim dan bencana. Konsep “Kota Hijau” yang dimaksud adalah dengan mengembangkan sistem infrastruktur yang dipadukan dengan pemanfaatan fungsi dan potensi maritim, lalu penambahan ruang terbuka hijau untuk penyerapan dan penampungan air serta pengendalian banjir.

Rektor Universitas Indonesia yang diwakili Kepala Program Studi Ilmu Lingkungan, Tri Edhi Budhi Soesilo menyampaikan penanganan permasalahan lingkungan membutuhkan pendekatan yang komprehensif, terpadu dan melibatkan banyak bidang ilmu.

“Untuk itulah diadakan seminar ini, semoga seminar nasional ini dapat menjadi forum yang strategis untuk bertukar pikiran antar pakar dan profesional mengenai ilmu lingkungan dan bisa diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pembangunan di tingkat nasional ataupun daerah yang berkelanjutan,” tutur Tri.(kompu ck)

Sumber: www.pu.go.id